Sebuah gerakan adalah suatu aktivitas, mempunyai tiga ciri khusus, yang pertama adalah adanya energi yang membuat sebuah aktivitas tersebut bergerak, yang kedua adalah sebuah pergerakan yaitu gerakan atau perubahan dari sesuatu ke sesuatu yang lain (sesuai dimensi). Dan yang ketiga adalah tujuan atau target, karena sesuatu dapat bergerak disebabkan adanya yang dituju. Jika tidak ada yang dituju maka tidak akan mungkin ada suatu usaha (energi) yang termotivasi (terstimulus) untuk melakukan inforcement atau kekuatan yang menggerakan. Dan jika tidak adanya energi maka gerakan pun kosong (baca : nul).
Sedangkan Metamorfosa adalah perubahan akhir menuju “dewasa” setelah sebelumnya terjadi perubahan bentuk yang panjang dan bertahap. Tahap yang paling kritis sekaligus paling riskan justru pada saat-saat akhir ketika metamorfosa berlangsung. Hingga dibutuh kannya sebuah kepompong (tameng/cover/penahan) untuk melindungi terjadinya proses metamorfosa tersebut.
Jadi yang dimaksud dengan Metamorfosa Gerakan itu adalah sebuah perubahan bentuk gerakan dari satu fase ke fase berikutnya menuju posisi Dewasa dan Matang atau menuju bentuk akhir dari sebuah Pergerakan itu sendiri.
Tahapan Menuju Madinah
Negara Islam Indonesia berdiri bukanlah tanpa rencana (grand planning), cikal bakal munculnya Negara Karunia Allah ini sudah direncanakan sejak berdirinya organisasi Syarikat Islam. Setelah meninggalnya HOS Cokroaminoto gerakan yang kemudian terus bermetamorfosis hingga pada tahun 1948 melalui musyawarah para ulama maka berdirilah Negara Islam Indonesia yang kemudian diproklamasikan pada tahun berikutnya. Proklamasi Negara Karunia Allah Negara Islam Indonesia adalah akhir dari Metamorfosis gerakan Islam di Indonesia, bahwa kemudian Negara ini mengalami kekalahan perang dari rival utamanya NKRI, hal ini harus menjadi bahan renungan bagi aktivis mujahid di Indonesia untuk menyusun langkah berikutnya.
Kekalahan perang yang berarti hilangnya daerah territorial atau yang lebih dikenal dengan Daerah 1 atau Darul Islam (DI) maka Gerakan Islam di Indonesia kembali ke titik nadir, para DI kota (istilah untuk para ulama DI dengan cover organisasi di RI) kembali melakukan gerakan dari nol, mengkader generasi baru yang kemudian memunculkan kader militan yang belum pernah berperang secara frontal dengan RI. Akan tetapi ketika dibentuk kembali struktur sapta palagan (membentuk struktur berdasarkan 7 medan tempur) oleh para Jendral TII maka secara otomatis pengkaderan militer muncul kembali di dalam tubuh NII.
Meski beberapa kali mendapat goncangan seperti isu kasus Komji (Komando Jihad) 1978, Borobudur dan BCA (1982). Lampung (1984), Haur Koneng (1989). Banten (1992), Poso (2002), Aceh (2010) para komandan TII telah dianggap berhasil melakukan pengkaderan yang berkesinambungan dan tentunya yang paling fenomenal adalah I’dad di Afganistan dan Moro. Sedangkan untuk para Da’i dan ulama para Komandan TII banyak membentuk basis pesantren yang memunculkan kader yang handal dalam dakwah. Di daerah kota besar para kader TII berhasil membuka banyak link di berbagai sekolah dari smp hingga perguruan tinggi, sebut saja UI, IAIN, ITB, Unpad, ITS, dll. Dan jangan heran kalau mereka akhirnya membuka jaringan baru ketika meneruskan ke luar negri baik di Asia (Malaysia, Pakistan, dan Timur Tengah) maupun Eropa dan Amerika. Meski kadang ketidak sabaran beberapa kader akhirnya menjadikan aksi mereka menjadi rancu. Seperti salah satu kasus dimana mereka kembali dari luar negeri malah membentuk jaringan baru di Indonesia (contohnya Ustadz Hilmi Aminudin yang membentuk Tarbiyah/Ikhwanul Muslimin kemudian berubah menjadi PKS dan bergabung dengan NKRI).
Tidak ketinggalan dalam hal pembentukan Partai Politik. Saat euphoria politik muncul di Indonesia paska reformasi maka Partai Politik menjadi santapan bagi kader TII untuk melakukan covering (gerakan dengan cover organisasi), para politikus baik melalui izin khusus dari para pimpinannya ataupun tidak, mereka berbondong-bondong membentuk partai politik atau melakukan infiltrasi dan penetrasi politik ke dalam tubuh beberapa partai, sebut saja PSII, PBB, PKS, PAN, PUI, dan partai lainnya. Dan sebagian berhasil duduk manis didalam kursi empuk DPR.
Dari sudut mass media, jangan ditanya. Kader TII dapat dikatakan sangat berhasil membentuk media (terutama media cetak). Mereka memunculkan berbagai media dakwah baik bentukan sendiri atau dibentuk oleh organisasi cover. Dan telah mampu memunculkan opini positif terhadap Islam terutama yang berhubungan degan kewajiban menjalankan Syariat dan tentang Negara Islam itu sendiri. Hal ini bisa dibandingkan dengan opini public 50 tahun yang lalu, sangat berbeda.
Jadi kalau melihat gambaran diatas pada dasarnya gerakan Mujahidin TII sudah memasuki segala aspek baik bersifat politis, sosiologis dan kultur, juga militer. Seandainya kita coba telusuri langkah-langkah mereka serta didata organisasi baik ormas maupun orsospol, ditambah jumlah pesantren dan sekolah yang didirikan dan di infiltrasi, maka kita akan mendapatkan data yang mencengangkan, kita akan melihat mereka membentuk cover dari mulai dibungkus dengan jargon Islam fundamental, Islam Radikal, hingga Islam yang lebih Moderat, ada. Mereka menggurita di seluruh aspek lapisan masyarakat Indonesia, hingga jika ada kader TII yang kemudian menduduki jabatan formal strategis seperti Bupati, Gubernur, DPR, hingga yang di lapisan bawah seperti Kepala Sekolah, Ketua RT, Ketua DKM mesjid, Amilin Zakat, maka Umat Islam Indonesia tidak akan menyadari bahwa saat itu mereka sedang diatur dan dikuasai oleh personal kader TII.
But, What next..? kapan saatnya Metamorfosa Gerakan diselesaikan? Kapan Kepompong ini kita buang? karena justru pada saat akhir Metamorfosa, Kepompong ini malah akan menjadi penghalang utama. Dan jika kita tidak menyelesaikan laju proses Metamorfosa (tidak terjadi Metamorfosa) maka kita akan tetap didalam kepompong dan kemudian membusuk didalamnya hingga jatuh ke bumi, terkubur.
Yang harus disadari oleh tiap-tiap mujahid TII, bahwa kita berjalan sejak berdirinya NKA NII tetap selalu dalam proses Gerakan Revolusi. Sebuah gerakan yang powerfull. Tiga syarat yang telah disebutkan diatas dalam sebuah gerakan haruslah powerfull. Energi yang powerfull akan menghasilkan percepatan gerak yang powerfull, dan mencapai target yang powerfull dengan cepat dan tepat. Revolusi bukanlan gerakan lembek seperti bebek. Revolusi adalah gerakan penuh semangat dan antusias, gerakan yang optimis. Dilumuri jiwa pendobrak dan memberontak. Contoh terbaik Gerakan Revolusioner adalah gerakan yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW beserta para Sahabat. Dengan berbagai konsekuensi yang ada mereka melakukan gerakan yang sungguh spektakuler. Hanya 13 tahun di Mekah, 12 tahun di Madinah akhirnya berhasil menguasai Hijaz.
Kader-kader potensial yang dipersiapkan di Rumah Arqom terbukti berhasil menjadi kader potensial yang siap mendampingi Nabi SAW di berbagai medan. Kita lihat bagaimana penderitaan Yasir dan Istrinya, juga anaknya Amar. Abu Bakar dan Utsman yang selalu memback up setiap kegiatan Nabi. Hampir seluruh sahabat awal (ketika Nabi dakwah di Mekah) merupakan kader dengan loyalitas tinggi konsisten didalam peran-peran yang diberikan Nabi saat awal-awal Revolusi berlangsung. Khusus untuk Mus’ab bin Umair yang merupakan salah satu kader yang berhasil mempersiapkan Yastrib untuk menjadi Madinah, sebuah tempat yang layak untuk dijadikan basis pertama, Beliau dapat dijadikan uswah dalam aksi pembukaan teritorial D1 oleh Da’i-da’i TII yang ditugaskan untuk pembukaan link baru di areal target. Karena melalui team Mus’ab bin Umair, Rosulullah berhasil menguasai Yastrib dengan tanpa peperangan, yang kemudian dijadikan Benteng Perang utama setelah itu (hingga masa ke Khalifahan Utsman).
Bagaimana dengan Negara Islam Indonesia? Karena syarat mutlak keberhasilan Metamorfosa adalah areal terakhir yang akan menjadi basis paska Metamorfosa. Metamorfosa adalah awal dari keberhasilan, awal kemenangan, awal unjuk kekuatan, awal dimerdekakan kembali Islam di Indonesia. Maka Daerah 1 (Darul Islam) menjadi sebuah keniscayaan. Jika D1 tidak didapatkan maka Metamorfosa mengalami kegagalan. Jika D1 tidak dipersiapkan, maka Metamorfosa sama sekali tidak akan pernah terjadi. Dan Negara Karunia Allah akan digantikan oleh Allah dengan generasi yang baru, generasi yang mencintai Allah, Rosulullah, dan Jihad di jalanNya.
Restrukturisasi Gerakan
Siapa sebenarnya yang paling berpengaruh untuk memunculkan energi pergerakan? Mereka adalah para leader yang ada di tubuh NII. Mereka adalah pemimpin yang sebenarnya, meskipun mungkin statusnya adalah umat biasa. Mereka yang senantiasa aktif memotivasi memberi stimulus dan semangat kepada para pimpinan, komandan TII, ustadz-ustadz, dan pimpinan formal lainnya. Mereka selalu memberi gambaran positif tentang masa depan Negara ini kepada umat. Mereka senantiasa membakar sanubari TII agar selalu konsisten didalam Revolusi. Dan Generasi Muda dari Negara ini haruslah masuk dalam peran ini. Mengembalikan paradigma para pimpinan ke jalan awal, jalan Revolusi. Mengembalikan Mind Set ke dalam realita berfikir para Mujahid. Mempercepat kembali laju Revolusi dengan secepatnya mempersiapkan D1.
Link-link kader TII yang strategis haruslah menjadi link potensial, berperan aktif didalam gerakan. D1 bukanlah lahan perkebunan, ditanami bibit diberi pupuk lalu kita tinggal menunggu hasilnya. D1 adalah lahan strategis yang akan menjadi jembatan menuju Kemerdekaan Islam. Harus dipersiapkan matang dan sangat rahasia, dibutuhkan seluruh komponen mujahid TII untuk berperan aktif dalam pembentukannya. Semua pimpinan dari masing-masing faksi harus saling berkoordinasi dan tidak saling curiga. Saling bekerja sama dan mempersiapkan posisi. Apakah akan menjadi Muhajirin ataukah Ansor.
Maka Restrukturisasi Gerakan seyogiannya harus segera dilakukan dengan target-target daerah yang dinilai layak untuk dijadikan D1 dengan syarat mutlak awal:
- Pembentukan Team “Mus’ab bin Umair”.
Para Da’i yang potensial dan mempunyai kemampuan bukan hanya dalam hal hujah, tapi juga psikologi masa dan strategi taktis politis. Target mereka adalah dikuasainya kekuatan masa yang ada di daerah calon D1. Selain sebagai perekruit para leader setempat mereka harus sanggup membina umat dan mempersiapkan kader-kader loyal yang militant.
- Mengkondisikan Teritorial.
Mengkondisikan Teritorial adalah tahap kedua yang harus dilalui. Mengkondisikan territorial merupakan aktifitas teknis seperti maping (pemetaan geografis, sosiologis, politis, keamanan), mempersiapkan lumbung logistic, areal militer, dan strukturisasi para Ansor.
- Mempersiapkan Kaum Ansor yang Loyal. Kaderisasi yang berkesinambungan sejak dibukanya lahan dakwah akan menjadi prioritas utama. Mereka akan menjadi pembela para muhajirin. Mempersiapkan tempat, membela secara sosial politis, membeckup logistik dan yang lainnya. Maka kaderisasi kaum Ansor akan menjadi tolak ukur berhasil atau tidaknya persiapan lahan teritorial tersebut menjadi daerah D1.
Dakwah dan Kaderisasi
D1 adalah Daerah Basis, yang berarti Daerah Islam atau Darul Islam. Yang patut dipahami dengan D1 adalah masalah kepemimpinan, karena yang membedakan D1 dengan D2 (Darul Harb) dan D3 (Darul Kufar) adalah masalah politis. Dan sebuah teritorial dinyatakan sebagai D1 berarti daerah tersebut mutlak dikuasai oleh TII baik secara politis maupun militer. Meskipun bisa jadi didalamnya masih banyak orang kafir maupun munafik.
Beberapa ciri khas sebuah teritorial dapat dikatagorikan D1 :
- Pemimpin Politik baik formal maupun informal adalah TII.
- Teritorial dikuasai secara penuh oleh Militer.
- Rakyat yang ada (baik kafir maupun islam) hanya loyal kepada 1 negara yaitu NII.
- Didukung oleh umat (muhajirin dan ansor) yang kuat, fanatik, terlatih secara militer, dan revolusioner.
- Umat (muhajirin dan ansor) mempunyai rasa persaudaraan yang tinggi, saling membela, saling berkorban, dan terstruktur rapih.
- Hukum yang berlaku adalah Hukum Islam.
- Menjadi benteng pertahanan Militer. Yang didalamnya termasuk penyuplai logistik, tempat pelatihan (I’dad),dan pusat koordinasi militer.
Kita dapat melihat ciri khas ataupun syarat sebuah teritorial dikatagorikan D1 sangat komprehensif, multi dimensi, dengan berbagai karakteristik yang betul-betul harus dipersiapkan secara matang dan hati-hati. Kita harus mempersiapkannya extra rahasia dengan kontra intelegen yang tidak sembarang. Akan tetapi dilain pihak secara paradoks, langkah-langkah dalam pergerakan haruslah terbuka karena fase demi fase perubahan social culture justru mempunyai klasifikasi yang jelas dan dapat dirasakan, dilihat, dinikmati secara langsung oleh masyarakat umum. Mereka harus melihat ketokohan personal. pemahaman islam yang harus di open bar, serta hasil politisasi berbagai struktur harus terlihat secara verbal. Jadi yang dirahasiakan hanyalah aktifitas-aktifitas militer. Metamorfosa diawali justru oleh struktur massa (hasil dari gerakan massa) dan klimaksnya barulah penguasaan militer seiring dengan Idharut Tandzim.
Maka ujung tombak untuk mempersiapkan D1 adalah Dakwah dan Kaderisasi massa. Sedangkan persiapan militer haruslah ditempatkan secara terpisah, dalam artian setiap I’dad dalam bentuk apapun (secara teoritis maupun fisik termasuk penyimpanan data/transkrip) tidak boleh dilaksanakan di teritorial yang akan dipersiapkan untuk D1. Teritorial ini harus bersih secara total dari unsur militer kecuali aktivitas intelegen/kontra intelegen dengan koordinasi dan pendataan tetap berada di luar teritorial.
Bagaimana tahapan Dakwah dan Kaderisasi dilaksanakan, dan bagaimana pula tahapan akhir dari Metamorfosa Gerakan? Maka kita harus merujuk kepada langkah-langkah dibawah ini :
- Pra Aksi :
a. Observasi wilayah
b. Maping
c. Penentuan Teritorial
d. Planning for Action
e. Mempersiapkan Kader (untuk Team Mus’ab bin Umair)
f. Strukturisasi aksi
- Aksi Aqobah 1 (membuka lahan) :
a. Membentuk link awal
b. Mengirimkan team Mus’ab bin Umair
c. Rekruitmen Leader (Ansor)
- Aksi Aqobah 2 (Penguasaan Sosial Politis)
a. Penguasaan Tempat Strategis untuk Dakwah Kaderisasi (Mesjid, Majelis Ta’lim, Ormas Islam, Covering Lembaga Dakwah, Pesantren)
b. Penguasaan Politik dan social/massa. Dengan menguasai tiga penopang politis berdasarkan kultur Indonesia (Pemimpin Politik Formal, Ulama, Pemimpin Politik Informal : Jawara, Lurah Kampung, Para Tetua, dll)
c. Strukturisasi Link (Kader utama para Ansor)
d. Mempersiapkan basis logistik
e. Mempersiapkan areal militer
- Aksi Pra Hijrah
a. I’dad secara menyeluruh (Baik Muhajirin maupun Ansor). Sebelumnya I’dad hanya dilakukan oleh Pasus (Pasukan Khusus)
b. Strukturisasi Militer
c. Menyempurnakan seluruh logistic (militer maupun sipil) baik material, system, storage, resource, security.
- Aksi Hijrah
a. Hijrah secara diam-diam seluruh muhajirin ke areal yang sudah ditentukan di D1
b. Koordinasi Akhir (Membentuk struktur Negara)
c. Mempersiapkan fase terakhir dalam Metamorfosa Gerakan
- Menyempurnakan Metamorfosa
a. Idharut Tandzim,
- Membentuk Majelis Islam, majelis dari seluruh pimpinan NII (dari seluruh faksi yang ada, kecuali Al Zaitun dan NII buatan NKRI lainnya)
- Memilih Imam Definitif (yang diakui oleh seluruh Muhajirin dan Ansor, dan siap mengeksekusi seluruh person yang mengaku Imam NII di wilayah manapun di Indonesia)
- Meresmikan seluruh struktur Militer dan Sipil (aparatur Negara) oleh Imam NKA NII.
- Membuat pernyataan politik resmi (statement Imam) tentang kemerdekaan NKA NII dari penjajahan NKRI.
- Memberlakukan kembali Hukum Islam (dalam kondisi Perang)
b. Membuat pernyataan perang terbuka dengan NKRI dan seluruh sekutunya (terutama Amerika Serikat)
c. Penguasaan seluruh Infrastruktur beserta aparatur NKRI yang ada didalam teritorial D1.
d. Membentuk kesepakatan resmi dengan seluruh komponen organisasi non Islam untuk tidak melakukan aksi pertentangan serta kesiapan untuk tunduk pada aturan Negara termasuk membayar jizyah. Dan kesiapan TII untuk melindungi personal mereka dan seluruh infrastruktur baik sipil ataupun tempat ibadah.
Finishing Touch &Technical Step (detik-detik Metamorfosis)
Sentuhan akhir dari gerakan ini DIRAHASIAKAN!!!
Sebuah Peringatan
Mengapa catatan yang begitu penting dan seharusnya di rahasiakan ini malah di open bar? Karena catatan ini adalah sebuah “Peringatan”. Catatan ini adalah peringatan bagi seluruh komponen bangsa Indonesia. Agar seluruh Rakyat Indonesia mempunyai ketetapan hati dalam memposisikan diri. Dan berlepas dirilah kepada siapapun kecuali kepada Allah, bukalah hati seutuhnya untuk menerima cahaya/Qur’an.
- Kepada Umat Islam Bangsa Indonesia.
Berdirinya NKA NII (baik saat proklamasi 1949 ataupun nanti saat Idharut Tandzim) adalah untuk Umat Islam Bangsa Indonesia, membebaskan umat dari kekafiran dikarenakan pemaksaan menjalankan syariat Thoghut/Syaithan. Melindungi umat dari kemusyrikan, fahisyah (dosa), dan kedzaliman, melalui syariat Allah. Mengangkat umat dari kejahiliyahan menuju cahaya dan kemulyaan, serta menjaganya untuk tidak terjerumus kedalam fitnah dunia dan akhirat. Akan tetapi seandainya diantara Umat Islam Bangsa Indonesia ada yang lebih cenderung kepada kekafiran dari pada keimanan, lebih cenderung kepada Thogut daripada Allah SWT, lebih cenderung kepada Kejahiliyahan daripada Cahaya (Al Qur’an). Maka NKA NII adalah mimpi terburuk bagi kehidupan dunia mereka. Mereka akan menjadi manusia yang sangat menyesal hidup sejaman dengan nya (NKA NII). Mereka akan sangat merugi diakibatkan pilihannya yang buruk. Seandainya mereka mati sebelum kembali (taubat), maka kematiannya adalah penyesalan yang tidak mendapat arti.
| An Nissa:97. Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri[1], (kepada mereka) malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, |
| [1]. Yang dimaksud dengan orang yang menganiaya diri sendiri di sini, ialah orang-orang muslimin Mekah yang tidak mau hijrah bersama Nabi sedangkan mereka sanggup. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar; akhirnya di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu. |
- Kepada Penganut Agama Non Islam.
NKA NII adalah sebuah Negara yang berkeadilan sesuai tuntunan Allah Yang Maha Adil, memberi keadilan kepada seluruh rakyat baik Muslim maupun Non Muslim. Memberi perlindungan penuh terhadap hak kemanusiaan sesuai fitrah yang diberikan Allah Al Hafidz baik bagi Muslim maupun Non Muslim. Tidak akan dapat menemukan sebuah ketenangan dan rasa aman dalam sebuah kekuasaan Negara yang lebih baik bagi siapapun kecuali dibawah kekuasaan Negara Islam yang Adil. Akan tetapi seandainya penghianatan terjadi terhadap NKA NII, maka mereka (umat Non Muslim) akan menjadi kaum yang tergerus oleh roda Revolusi. Seandainya persekutuan dibuat (dengan NKRI) untuk melawan NKA NII maka darah mereka, harta mereka, perempuan-perempuan mereka, akan menjadi halal bagi mujahid. Dan mereka (yang sebenarnya tidak akan terlindungi oleh NKRI) akan merasa sempit hidup di Bumi Allah ini, meskipun mereka berbondong-bondong mengungsi ke tempat terjauh yang mereka mampu tempuh. Dan janganlah pernah berfikir, seperti berfikirnya orang Romawi dan Persia, bahwa Cahaya Allah ini (NKA NII) akan meredup dengan persekutuan jahat diantara mereka (Non Muslim dan NKRI).
| 8:30. Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. 9:107. Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu[2]. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). |
| [2]. Yang dimaksudkan dengan orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu ialah seorang pendeta Nasrani bernama Abu 'Amir, yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya dari Syiria untuk bersembahyang di masjid yang mereka dirikan itu, serta membawa tentara Romawi yang akan memerangi kaum muslimin. Akan tetapi kedatangan Abu 'Amir ini tidak jadi karena ia mati di Syiria. Dan masjid yang didirikan kaum munafik itu diruntuhkan atas perintah Rasulullah s.a.w. berkenaan dengan wahyu yang diterimanya sesudah kembali dari perang Tabuk. |
- Kepada NKRI.
Penjajahan NKRI terhadap NKA NII selama ini tidaklah sehebat penjajahan Belanda dan Portugis di Bumi Nusantara yang beratus-ratus tahun, apalagi dibandingkan dengan penjajahan Inggris di Amerika, Afrika hingga Asia yang hampir menyamai (bahkan melebihi) kekuasaan Iskandar Dzulkarnain (Alexander The Great). NKRI adalah Negara keropos dan korup yang dihuni oleh orang-orang oportunis dan haus kekuasaan. Negara yang terbiasa menjilat orang kafir seperti Bush hingga Obama. Negara yang Dzalim penghisap keadilan dari orang yang termarjinalkan. Rawan pemberontakan dan konflik kepentingan (baik vertical maupun horizontal). Mempunyai basis ideologi yang keropos seperti Pancasila yang Absurb tak mendasar. Mereka berdiri tegak bukanlah karena kehebatan orang-orang hipokrit seperti Soekarno ataupun Soeharto. Negara ini masih berjalan (meskipun terseok-seok) bukanlah karena kehebatan system maupun hukum, bukan pula oleh kekuatan leadership. Negara ini masih eksis karena Allah sedang menguji keistiqomahan para mujahidin didalam Jihad li I la’I kalimatillah. Negara ini dipelihara oleh Allah untuk menjadi target ibadah para mukmin didalam cobaan Allah yang tertinggi dalam pengujianNya (Qital). Maka ketika Allah telah menilai keteguhan iman para Mujahid ini layak untuk berkuasa, NKRI ini akan dengan mudah terhapus dari peta perpolitikan dunia. NKRI akan menjadi sejarah kotor Umat Islam Bangsa Indonesia. NKRI akan terbenam ke dasar bumi seperti tenggelamnya pendahulunya kerajaan Majapahit dan Sriwijaya.
48:14. Dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia memberikan ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
40:21. Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah.
- Kepada Ormas/Orsospol Islam di NKRI
Kesalahan fatal terjadi beberapa kali dalam sejarah perjuangan islam di Nusantara, ketika beberapa kali Negara Dzalim berhasil mengadu domba kekuatan Islam, baik saat penjajahan Belanda ataupun sesudahnya (NKRI). Partai Masyumi dan PSII yang notabene adalah partai penggagas Negara Islam bersikukuh cenderung berbai’at kepada NKRI yang Dzalim, daripada berbai’at kepada NKA NII (kecuali beberapa anggota partai yang diam-diam menjadi agen, mereka diistilahkan sebagai “DI Kota”). Partai NO (Nahdlatul Oelama) lebih ekstrim lagi, tahun 1950-an Soekarno memanggil ormas islam (baca; Nahdlotul Oelama/NO) untuk membicarakan cara pemberantasan NKA NII. tempatnya di Cipanas, Puncak,
Metamorfosa Gerakan dari NKA NII akan menjadi peringatan terakhir bagi mereka (ormas/orsospol Islam). Mereka akan diberikan kesempatan yang kedua kalinya untuk memilih bai’at. Apakah akan tetap bersemayam didalam system jahiliyah, berfikir bahwa NKRI adalah final bagi ideologi politik kenegaraan mereka, dan masih mengantongi teori utopia mereka (bahwa NKRI dapat di Islamkan hanya dengan dakwah secara sosiological culture maupun political sytem) ataukah bersama-sama dalam satu barisan dengan Mujahidin TII dalam menegakan Syariat Allah diatas Syariat lainnya. Bersatu padu dalam Jihad Fii Sabilillah Yuqtal Au Yaglib. Demi tegaknya Izzul Islam wal Muslimin dibawah bendera NKA NII. Dan kembali, jika pilihan generasi baru dari pimpinan organisasi ini mengikuti kebijakan para pendahulunya yang lemah, maka kebijaksanaannya ini akan menghancur leburkan seluruh cita-cita organisasi yang diselewengkan oleh para tetua mereka, dan seandainya hal ini yang terjadi maka ketahuilah para anggota, bahwa kalian akan dimintai pertanggungjawaban yang sangat berat di yaumil akhir jika meng-ekor pada pemimpin oportunis seperti itu. Akan tetapi jika Allah yang dipilih, sesungguhnya kalian berhak untuk duduk dalam singgasana kemulyaan yang disediakan oleh Allah al Karim. Dan tidak ada jalan tengah, Fii Sabilillah ataukah Fii Sabilit Thoghut. Jalan tengah hanyalah untuk orang-orang lemah dan sakit, karena jalan tengah hanyalah jalan bagi orang-orang yang tidak mampu mengambil keputusan.
5:50. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?
2: 165. Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).
2: 166. (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.
2: 167. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.
4: 76. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.
- Kepada Mujahidin di Indonesia.
Para Mujahidin yang berjihad di Indonesia dapat dikatagorikan seperti yang dibawah ini :
a. TII, dibaiat langsung oleh Komandan TII untuk menjadi TII.
b. Kader TII, Mereka dikader langsung oleh TII secara siir (diam-diam/silence) baik secara formal (perintah Komandan) ataupun informal (inisiatif pribadi) tanpa proses Bai’at (belum sempat di Bai’at). Lebih jauh lagi Kader tersebut mengkader generasi baru (generasi ketiga) tanpa tahu sedikitpun bahwa mereka di kader oleh kader yang di kader TII.
c. TII atau Kader TII atau Kader yang di Kader TII yang berbaiat kepada Tandzim yang lain dan tidak lagi mengakui kepemimpinan komandan/struktur kepemimpinan yang ada di NKA NII atau lebih ekstrim lagi mereka tidak lagi mengakui eksistensi NKA NII setelah terdapat satu ataupun lain hal yang tidak sefaham dalam jalan/teknis Jihad atau mereka terputus koordinasi dengan komandannya atau mereka memang tidak menyadari bahwa mereka adalah kader TII juga.
Jadi tidak ada mujahidin yang berjihad Fii Sabilillah (Qital) di bumi Nusantara ini selain mereka yang pasti terdapat benang merah kaderisasi dengan TII. Maka bagi mereka para Mujahidin di Indonesia, yang sudah terlanjur berbaiat kepada kepemimpinan Tandzim yang lain, jika suatu saat nanti Metamorfosa ini terjadi dengan sempurna, D1 kembali terkuasai, tidak ada jalan lain kecuali merapatkan barisan kembali dengan TII dalam Jihad Fii Sabilillah menegakan Kalimat Allah dan NKA NII di Bumi Allah ini. Jangan pernah terpikirkan bahkan terlintas dalam benak mereka untuk membentuk Negara tandingan selain NKA NII yang berhak menguasai tanah ini sejak 1949. Jangan pernah mencoba membentuk shaff tandingan jika Idharut Tandzim betul-betul terjadi. Maka langkah yang paling baik adalah ber Shaff-lah kembali dengan TII (kembali menjadi TII) atau bersekutulah dengan TII dibawah bendera Laa ilaah ha illa Allah. Jika satu jengkal saja shaff Jihad ini renggang, maka para munafik dan penghianat akan dengan senang hati duduk dalam rangka pecah belah dan adu domba.
61:4. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh
Kekuatan Allah beserta jama'ah (seluruh umat). Barangsiapa membelot maka dia membelot ke neraka. (HR. Tirmidzi)
Barangsiapa membaiat seorang imam (pemimpin) dan telah memberinya buah hatinya dan jabatan tangannya maka hendaklah dia taat sepenuhnya sedapat mungkin. (HR. Muslim)
Dua orang lebih baik dari seorang dan tiga orang lebih baik dari dua orang, dan empat orang lebih baik dari tiga orang. Tetaplah kamu dalam jamaah. Sesungguhnya Allah Azza wajalla tidak akan mempersatukan umatku kecuali dalam petunjuk (hidayah) (HR. Abu Dawud)
· Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Rasulullah saw. beliau bersabda: Dahulu Bani Israil itu dipimpin oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi mangkat, maka akan digantikan dengan nabi lain. Dan sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun setelahku dan akan muncul para khalifah yang banyak. Mereka bertanya: Lalu apakah yang engkau perintahkan kepada kami? Nabi saw. menjawab: Setialah dengan baiat khalifah pertama dan seterusnya serta berikanlah kepada mereka hak mereka, sesungguhnya Allah akan menuntut tanggung jawab mereka terhadap kepemimpinan mereka. (Shahih Muslim No.3429)
- Kepada seluruh TII di Indonesia
Berbahagialah bagi TII yang masih setia dengan loyalitas penuh kepada Allah, Rosulullah, dan Jihad Fii Sabilillah. Masih memegang Bai’at meskipun para komandannya menyerah atau menolak Jihad. Masih berjalan di atas tanah kehinaan tanpa melepas sumpah janji setia yang tertancap dilehernya. Tidak sedetikpun terpikirkan untuk kalah, tertunduk lalu mundur. Tidak tergoda dengan nikmatnya najis yang tersebar di dalam kekuasaan NKRI. Atau secara egois dan sombong bergabung dengan Tandzim yang lain dengan alasan NKA NII sudah punah dan uzur sedangkan Tandzim yang lain terlihat lebih hebat (padahal dimata Allah berjihad dengan bendera apapun sama saja).
Dan Berbahagialah bagi TII yang masih berjalan dalam roda Revolusi, menolak berkompromi dengan NKRI, menolak para komandan yang menolak Jihad (Qital), menolak teori konspirasi diantara mereka bahwa saat ini adalah masa hudaibiyah, bahwa saat ini tidak dibutuhkan lagi I’dad dan Jihad, bahwa saat ini NKRI pantas untuk dijadikan teman (dengan tidak memeranginya lagi).
Dan Berbahagialah bagi TII yang masih dengan sabar mempersiapkan kembali “Tempat Balik” (bhs.sunda: tempat untuk pulang = Basis Teritorial), dengan sabar mengkader generasi baru yang Revolusioner, dengan sabar berdakwah dan merekruit jaringan baru di areal yang dipersiapkan untuk D1, dengan sabar melakukan I’dad untuk calon Muhajirin dan Ansor, dengan sabar yang sangat sabar menahan diri meskipun hati geram dan marah penuh dendam dan tangannya dan kakinya hampir-hampir tidak tertahankan lagi melakukan qisas ketika saudara mereka ditangkapi dan dieksekusi mati, yang dengan sedihnya meskipun sangat ingin melakukan hal yang sama (berperang, mensabotase, menghancurkan fasilitas orang kufar) akan tetapi menahan dirinya demi untuk melaksanakan program utama mempersiapkan Basis Teritorial. Dan mereka yang dengan sabar mengumpulkan keping demi keping recehan (karena ketidak mampuan) untuk infaq fii sabilillah, mempersiapkan M16 dan Kalasinkov, mengumpulkan serbuk-serbuk yang akan menghantarkan orang kufar ke neraka Jahanam, mengumpulkannya di tempat aman, hingga nanti saatnya tiba, saat yang ditunggu-tunggu, saat bendera dikibarkan.
Bahwa Program Allah itu telah terencana dengan rapih tersimpan di Lauh Mahfudz. Bahwa Allah menetapkan hukumnya dan takdirnya, siapapun atas kehendaknya dimulyakanNya atau dihinakanNya, diberikan kekuasaaNya atau mencabutnya kembali. Dan kemenangan Islam di Indonesia tidak akan menambah ke AgunganNya, dan kekalahan Islam di Indonesia tidak sedikitpun akan mengurangi KemulyaanNya.
Bahwa Program Negara tidaklah pernah berubah sejak syahidnya Imam Pertama, menjalankan Amanah Majelis Islam di Cisayong, mengikuti rujukan Rosulullah SAW, tahapan berikutnya setelah Dakwah terbuka adalah mempersiapkan D1.
Tanggal 12 dan 13 Februari 1948 merupakan tonggak perjuangan penegakan Kekholifahan (kedaulatan) kerajaan Alloh di mukabumi pasca tumbangnya kekhalifaan Turki Utsmani, dengan berkumpulnya kurang lebih 362 orang ulama di Cisayong yang di kenal dengan “ KONGRES CISAYONG” dan memutuskan 7 program perjuangan Jihad Fi Sabilillah sebagai manifestasi penegakkan dienul Islam. Adapun 7 program perjuangan tersebut adalah:
1. Mendidik rakyat agar cocok menjadi warga negara Islam
2. Memberikan penerangan bahwa Islam tidak bisa di menangkan dengan Flebisit (Referendum, Pemilu dan sejenisnya)
3. Membentuk daerah basis.
4. Memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII)
5. Memperkuat NII kedalam dan keluar, kedalam: Memberlakukan Hukum Islam dengan seluas-luasnya dan sesempurna-sempurnanya. keluar: Meneguhkan identitas internasionalnya,sehingga mampu berdiri sejajar dengan negara lain.
6. Membanntu perjuangan muslim dinegara negara lain,sehingga mereka segera bisa melaksanakaan wajib sucinya,sebagai hamba Allah yang menegakan hukum Alloh di bumi Alloh.
7. Bersama negarag–negara Islam yang lain, membentuk Dewan Imamah Dunia untuk memilih seorang kholifah, dan tegaklah KHILAFAH di muka bumi.
Ketika seluruh Umat Islam Bangsa Indonesia saat ini sudah tersampaikan bahwa Syariat Islam adalah kesempurnaan dalam menjalankan Ibadah, dan mereka telah tersampaikan bahwa NKA NII tengah memperjuangkan Al Qur’an dan Sunnah Rosulullah, dan mereka telah memilih, maka tidak ada program setelah itu kecuali mempersiapkan D1 kembali, merebut kembali tanah-tanah terjajah. Membalas kembali penghinaan dan kematian saudara-saudara kita, komandan-komandan kita, Imam-Imam kita. Sungguh kehormatan tidak akan ada lagi tersisa untuk kita para Mujahidin TII seandainya kita tidak lagi menjalankan tugas utama kita Berjihad Li I la’I Kalimatillah. Dan sungguh Allah al Malikul Mulki, akan dengan mudahnya menggantikan seluruh generasi TII dan NKA NII dengan generasi baru yang lebih mencintai Allah, Rosulullah dan Jihad Fii Sabilillah. Seperti tergantikannya Bani Umayah dan Abasiyah, juga Ottoman dan Utsmani, dan Puing-puing Kesultanan Banten serta Demak harus menjadi peringatan keras terhadap diri kita. Dan kita, dengan terpaksa (berdasarkan syariat) harus berbaiat kembali kepada generasi baru dan mengubur dalam-dalam bendera bulan bintang seandainya Allah memilih generasi yang lebih baik, jika seandainya mujahidin TII tidak berhasil (dikarenakan meninggalkannya) membentuk D1. Akan tetapi, seandainya kekuatan ilmu dan keistiqomahan (dalam Jihad Fii Sabilillah) mengalahkan taqlid dan ketaatan buta, maka Izzul Islam wal Muslimin dengan perantaraan Mujahidin TII (karena layak menurut Allah) bukan lagi sebatas Doktrin dan Tarbiyah. Bukan lagi hanya Wacana dan Propaganda. Tapi telah menjadi akhir dari sebuah Metamorfosis, sebagai Ijabah dari Doa-doa orang tertindas, doa-doa para syuhada, doa-doa para umat islam yang senantiasa berdoa di pertengahan malam, dengan berharap dan merajuk, untuk diturunkannya Sulthonan Nashiro, yang membebaskan mereka dari penjajahan syariat. Inilah Ijabah Doa, dari para pendoa yang ikhlas, karena sesaknya hati mereka, atas kedzaliman dan kemaksiatan yang berlarut tanpa akhir. Inilah Ijabah Doa… Ketika suatu saat nanti Allah Mengijabahnya. InsyaAllah….Amiien….
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa mati, sedang ia tidak pernah berjihad dan tidak mempunyai keinginan untuk jihad, ia mati dalam satu cabang kemunafikan." Muttafaq Alaihi.
Dari Anas bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Berjihadlah melawan kaum musyrikin dengan hartamu, jiwamu dan lidahmu." Riwayat Ahmad dan Nasa'i. Hadits shahih menurut Hakim.
Dari Jarir Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Aku terlepas (tanggung jawab) dari setiap orang muslim yang tinggal di antara kaum musyrikin." Riwayat Imam Tiga. Sanadnya shahih. Bukhari lebih menilai sebagai hadits mursal.
Dari Abdullah Ibnu al-Sa'dy bahwa Rasulullah saw bersabda: "Tidak akan putus hijrah selama musuh masih diperangi." Riwayat Nasa'i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.
Wahai segenap manusia, janganlah kamu mengharap-harap bertemu dengan musuh. Mohonlah kepada Allah akan keselamatan. Bila bertemu dengan mereka maka bersabarlah (yakni sabar menderita, gigih, ulet dan tabah dalam melawan mereka). Ketahuilah, surga terletak di bawah bayang-bayang pedang. (HR. Bukhari)
Suatu kaum yang meninggalkan perjuangan akan Allah timpakan kepada mereka azab. (HR. Ath-Thabrani)
Walhamdulillahirobbil ‘Alamiin.
Madinah Indonesia, 1 Syawal 1431/10 September 2010